Belut Kuning, belut langka dari Banjarmasin

Duration : 193 sec. | Views : 580 | Likes : 6 | Comment : 2
Belut langka yang berwarna kuning ini (diduga belut albino) berbeda dengan belut pada umumnya yang berwarna coklat kehitaman. Belut dewasa dengan panjang sekitar 72-75 cm dengan diameter layaknya lengan bayi ini ditemukan oleh sdr. Mudi, warga Jl. AYani Km.7,2 Gang Norjanah No.65 RT.01/RW.02, Kertakhanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan beberapa hari lalu di rawa-rawa belakang rumahnya. Belut eksotis ini secara tidak sengaja masuk dalam "hancau", yaitu salah satu alat penangkap ikan tradisonal khas suku Banjar Kalimantan Selatan yang terbuat dari semacam benang ayum-ayum (jaring/bahan kelambu), yang berbentuk rongga belah ketupat dengan ukuran 0,5 cm ? 1 cm. Bentuknya jala segi-empat dengan luas sekitar 4 m2 sesuai kondisi tempat. Pada ke- 4 ujung sisinya diberi potongan bambu membentuk tanda tambah dan diberi tongkat dari bambu sebagai alat bantu mengangkatnya Alat biasa digunakan di daerah aliran sungai-sungai kecil dan rawa. Biasanya dipasang pada pagi hari saat aliran sungai deras. Sesudah beberapa saat ditaruh, hancau diangkat untuk mengambil ikan yang terperangkap. Hal ini dilakukan berdasarkan insting serta pengalaman. Ada, kisah menarik dibalik penemuan belut oleh pengusaha nasi goreng asli Tuban, Jawa Timur tersebut. Begitu mengetahui, hancau yang diangkatnya terdapat belut dengan ciri fisik yang tidak lazim, sang istri malah ketakutan dan meminta sang suami untuk melepas kembali belut tersebut ke tempat semula. Tapi sdr. Mudi mempunyai pandangan berbeda dengan istrinya. Dia merasa ini adalah berkah dari Yang Maha Pemberi Rizki , maka sdr. Mudi berniat untuk memeliharanya di akuarium. Sehari-harinya, belut langka yang terlihat sehat dan agresif ini diberi makan anak kodok yang biasanya dipakai untuk umpan memancing ikan haruan (ikan gabus). Sampai saat ini Informasi mengenai belut langka ini memang masih sedikit didapat, apakah memang albino seperti dugaan sebagian orang atau memang ada species belut kuning yang endemik di rawa-rawa daerah ini? Menurut Bapak Anang, ketua RT setempat yang sempat di mintai keterangan, sebagai penduduk asli daerah sini, seumur-umur baru kali ini beliau melihat ada belut berwarna kuning ditemukan di daerah sekitar sini. Karena minimnya informasi tersebut, sdr Mudi mempersilakan pihak-pihak terkait seperti dinas perikanan atau mungkin kolektor yang faham dan tertarik dengan binatang langka ini untuk berbagi informasi dengannya untuk menggali lebih jauh informasi mengenai keberadaan belut langka ini. Tapi, tidak menutup kemungkinan bila kedepan ada pihak yang tertarik untuk membelinya, sdr Mudi akan merelakannya dengan mahar yang layak dan pantas. Untuk kontak diskusi & informasi, silakan hub : 081933774877.(telp+WA), email : kaekaha.4277@gmail.com atau BBM di 2B8A903F.
CLICK ON THE IMAGE TO PLAY !
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments: